Tanamkan Nasionalisme Museum Sumpah Pemuda Gelar Diskusi Membangun Karakter Pelajar Melalui Pembelajaran Sejarah di Museum tingkat SMP

Museum Sumpah Pemuda mengadakan diskusi bertema “Membangun Karakter Pelajar Melalui Pembelajaran Sejarah di Museum” tingkat SMP Se DKI Jakarta tanggal 20 Februari 2018, Acara dibuka oleh Kepala Museum Sumpah Pemuda Ibu Dra Huriyati M.M, tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada siswa SMP dan menjadikan museum sebagai salah satu media belajar sejarah yang efektif. Menghadirkan pembicara dari FORSA, acara diikuti oleh 10 Sekolah dengan 80 siswa dan 10 guru pendamping  dari SMP di DKI Jakarta.

Diskusi dikemas secara interaktif dan menarik sehingga siswa tidak merasa bosan, Peserta diminta berkelompok yang tiap kelompoknya beranggotakan siswa dari berbagai sekolah yang berbeda-beda, tiap kelompok diminta membuat kliping yang berisi perbandingan karakter generasi 1928 dengan generasi saat ini dan Membuat visi Indonesia di Tahun 2055. Setelah kliping selesai siswa mempresentasikan hasilnya di depan peserta lain. Dalam proses tersebut memperlihatkan kesadaran siswa membandingkan generasinya dengan generasi 1928. Dalam klipingnya  generasi 1928 dianggap lebih jujur, nasionalis, dan lebih toleran  dari pada sekarang, generasi 1928 dilihat para siswa lebih menjaga ada istiadat, berpakaian lebih sopan dan lebih memiliki semangat juang melawan penjajah, dibandingkan Generasi saat ini yang dianggap peserta lebih mudah terpengaruh oleh arus globalisasi dari mulai gaya berpakaian hingga selera bermusik, generasi zaman now juga sangat dipengaruhi oleh media sosial.

Dalam menggambarkan Indonesia di tahun 2055 juga tidak kalah menarik, kebanyakan peserta membanyangkan Indonesia pada masa itu sangat maju dengan gedung-gedung bertingkat, teknologi yang modern dan lebih peduli dengan lingkungan, peserta mengambarkan akan banyak kebun dan sawah di atas gedung-gedung bertingkat. Selain itu siswa merasa Indonesia akan bebas dari korupsi dan lebih jujur. Setelah semua kelompok melakukan presentasi, peserta mendapat penilaian dari para pembicara dan kelompok terbaik mendapatkan  hadiah dari Museum Sumpah Pemuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *